Cheeky Quotes

Jumat, 05 September 2014

Meneropong Indonesia di masa yang akan datang



Gonjang ganjing pemilihan umum 2014 usai sudah. Akhirnya Indonesia mempunyai presiden baru lagi. Ya, presiden RI ke 7.Banyak yang optimis menaruh harapan bahwa pemerintahan ke depan akan membawa angin segar bagi bangsa Indonesia. Tapi apakah kita sebagai rakyat sudah siap untuk mengawal pemerintahan yang baru ini. Rakyat kita sudah cerdas dalam memilih tapi apakah rakyat kita    cerdas dalam mengawal pemerintahan ke depan.
Ada yang mengatakan bahwa kedepan sekitar tahun 2030 an Indonesia akan menjadi Negara adikuasa dan termasuk Negara besar. Hal ini terlihat pada tingginya pertumbuhan ekonomi Negara yang mencapai 6 persen. Saya kembali bertanya apakah pernyataan semacam ini memang benar-benar berdasarkan fact (bukti) ataukah hanya prasangkaan semata (logika mistika). Kalau kepercaan itu termasuk ke dalam logika mistika saja maka belum benar pernyataan itu.
Sebagai rakyat intelektual bolehkah kita koreksi pernyataan semacam ini. Ekonomi yang sehat itu dilihat dari segi apa? Apakah itu hanya dari kacamata pemerintah atau sudahkah itu benar-benar dirasakan rakyat.
Sekitar 9 persen orang Indonesia masih tergolong miskin. Angka yang masih cukup fantastis jika kita mengambil pernyataan bahwa ekonomi Indonesia itu bertumbuh dengan baik.
Mimpi Indonesia akan menjadi bangsa yang besar hanya jika pemerintahan dijalankan dengan jujur dan tidak membebani rakyat. Rakyat pun tidak berlepas tangan terhadap kebijakan-kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Memang pada dasarnya revolusi seperti yang dikatatan bung Karno belum selesi dan tidak akan pernah selesai karena kodrat hidup di dunia itu adalah berganti. Zaman akan terus berganti, generasi baru akan terus lahir dan perubahan itu adalah suatu keniscayaan dalam hidup ini. Perubahan itu bisa saja kearah yang buruk atau yang baik.
Di Indonesia banyak orang pintar. Banyak professor, doctor, insinyur dan orang pintar lainnya. Tapi kalau hanya memimpin Negara ini dengan logika saja maka akan habis juga lah bangsa ini. Logika materialism yang selalu mementingkan kepentingan diri sendiri di atas kepentingan bangsa.

Jakarta, 6 september 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar